Masa subur wanita adalah enam hari yang berakhir pada hari ovulasi, yaitu lima hari sebelum ovulasi ditambah hari ovulasi itu sendiri. Kalkulator masa subur ini memperkirakan hari-hari tersebut dari hari pertama haid terakhir dan panjang siklus, lalu menampilkannya di kalender untuk enam siklus ke depan. Mode haid tidak teratur memakai metode kalender dari catatan beberapa siklus.
Cara menghitung masa subur
ovulasi = hari pertama haid berikutnya − 14 hari masa subur = ovulasi − 5 hari sampai hari ovulasi hari pertama haid berikutnya = hari pertama haid + panjang siklus
Contoh cara menghitung masa subur dari hari pertama haid, dengan siklus 28 hari:
- Hari pertama haid terakhir: 1 Nov 2026.
- Tambahkan panjang siklus: haid berikutnya sekitar 29 Nov 2026.
- Kurangi 14 hari: perkiraan ovulasi 15 Nov 2026.
- Mundur 5 hari: masa subur 10 Nov 2026 sampai 15 Nov 2026.
Masa subur setelah haid: siklus 28 dan 30 hari
Masa subur bergantung pada panjang siklus, bukan jumlah hari setelah haid selesai. Hari pertama haid dihitung sebagai hari ke-1. Siklus yang lebih panjang menggeser ovulasi lebih lambat.
| Siklus | Masa subur | Ovulasi |
|---|---|---|
| 24 hari | Hari ke-6 sampai 11 | Hari ke-11 |
| 26 hari | Hari ke-8 sampai 13 | Hari ke-13 |
| 28 hari | Hari ke-10 sampai 15 | Hari ke-15 |
| 30 hari | Hari ke-12 sampai 17 | Hari ke-17 |
| 32 hari | Hari ke-14 sampai 19 | Hari ke-19 |
| 35 hari | Hari ke-17 sampai 22 | Hari ke-22 |
Cara menghitung masa subur haid tidak teratur
Bila panjang siklus berubah-ubah, satu tanggal ovulasi tidak bisa ditentukan. Metode kalender dari panduan keluarga berencana WHO memakai catatan minimal enam siklus: siklus terpendek dikurangi 18 menjadi awal masa subur, siklus terpanjang dikurangi 11 menjadi akhirnya. Pada siklus terpendek 27 dan terpanjang 31 hari, masa suburnya hari ke-9 sampai 20. Rentangnya memang lebih lebar. Siklus yang sering berada di luar 21 sampai 35 hari sebaiknya diperiksakan ke bidan atau dokter.
Cara menghitung masa subur dengan kalender
Catat hari pertama setiap haid selama enam bulan, lalu hitung jarak antartanggal. Kalender di atas memberi warna untuk perkiraan haid, masa subur, dan ovulasi, dan bisa digeser antarbulan. Tombol simpan membuat berkas kalender yang bisa dibuka di HP, jadi tanggalnya tidak perlu disalin satu per satu.
Peluang hamil dan menghitung masa subur agar tidak hamil
Studi Wilcox pada 221 wanita menemukan peluang hamil sekitar 10 persen lima hari sebelum ovulasi dan naik sampai 33 persen pada hari ovulasi. Sperma bisa bertahan beberapa hari, jadi hubungan sebelum ovulasi tetap bisa berujung kehamilan. Karena ovulasi bisa bergeser, WHO menyebut metode kesadaran kesuburan kurang andal dibanding kontrasepsi modern. Jangan memakai kalkulator ini sebagai satu-satunya cara mencegah kehamilan. Studi yang sama juga tidak menemukan pengaruh waktu hubungan terhadap jenis kelamin bayi.
Batasan
- Hasil adalah perkiraan statistik. Stres, sakit, menyusui, dan perubahan hormon bisa menggeser ovulasi.
- Tanda tubuh seperti lendir serviks dan alat tes ovulasi memberi gambaran yang lebih langsung.
- Bila belum hamil setelah mencoba cukup lama, konsultasikan ke dokter.
- Bila haid terlambat, lanjutkan ke cara menghitung usia kehamilan.
Pertanyaan yang sering muncul
Bagaimana cara menghitung masa subur?
Tambahkan panjang siklus ke hari pertama haid terakhir, kurangi 14 hari untuk perkiraan ovulasi, lalu mundur 5 hari. Enam hari itu adalah perkiraan masa subur.
Masa subur wanita berapa hari setelah haid?
Pada siklus 28 hari, masa subur sekitar hari ke-10 sampai ke-15, dihitung dari hari pertama haid. Pada siklus 30 hari, sekitar hari ke-12 sampai ke-17.
Berapa lama masa subur wanita?
Sekitar enam hari, yaitu lima hari sebelum ovulasi dan hari ovulasi. Peluang hamil naik mendekati hari ovulasi.
Bagaimana menghitung masa subur jika haid tidak teratur?
Pakai tab haid tidak teratur. Metode kalender mengurangi siklus terpendek dengan 18 dan siklus terpanjang dengan 11 dari catatan minimal enam siklus.
Apakah kalkulator masa subur bisa untuk mencegah kehamilan?
Tidak. Ovulasi bisa bergeser, dan WHO menyebut metode kesadaran kesuburan kurang andal. Bicarakan pilihan kontrasepsi dengan bidan atau dokter.
Apakah masa subur bisa menentukan jenis kelamin bayi?
Tidak. Studi Wilcox 1995 menyimpulkan waktu hubungan terhadap ovulasi tidak berpengaruh pada jenis kelamin bayi.