Hitung nilai akhir dengan mengalikan setiap nilai dengan bobotnya, lalu menjumlahkan hasilnya. Kalkulator ini menerima tugas, kuis, UTS, UAS, atau komponen lain dengan bobot berapa pun. Bila satu nilai belum keluar, kosongkan kolomnya, dan kalkulator menghitung nilai minimal yang dibutuhkan agar target tercapai.
Rumus nilai akhir berbobot
nilai akhir = Σ(nilai × bobot) ÷ Σbobot nilai minimal = (target × Σbobot − nilai terkumpul) ÷ bobot sisa
Contoh menghitung nilai UAS minimal
| Komponen | Bobot | Nilai | Sumbangan |
|---|---|---|---|
| Tugas | 20% | 85 | 17 |
| Kuis | 10% | 80 | 8 |
| UTS | 30% | 75 | 22,5 |
| UAS | 40% | Belum ada | — |
- Kalikan nilai dengan bobot lalu bagi 100: 85 × 20 ÷ 100 = 17, dan seterusnya.
- Jumlah sementara yang sudah aman adalah 47,5 poin.
- Target 75 berarti masih kurang 27,5 poin.
- Bobot UAS 40 persen, jadi nilai UAS minimal = 27,5 ÷ 0,4 = 68,75.
Simulasi nilai UAS
Dengan nilai tugas, kuis, dan UTS yang sama, tabel ini menunjukkan nilai akhir untuk beberapa kemungkinan UAS.
| Nilai UAS | Nilai akhir |
|---|---|
| 60 | 71,5 |
| 70 | 75,5 |
| 80 | 79,5 |
| 90 | 83,5 |
| 100 | 87,5 |
Bobot tidak berjumlah 100
Sebagian guru menulis bobot sebagai perbandingan, misalnya 2 : 3 : 5. Isi angka itu langsung, karena kalkulator selalu membagi dengan jumlah bobot. Hasilnya sama dengan bobot 20, 30, dan 50 persen. Nilai nol berbeda dari kolom kosong: nol ikut dihitung sebagai nilai, sedangkan kosong dianggap belum ada.
Rata-rata biasa atau berbobot?
Rata-rata biasa memperlakukan semua nilai sama. Rata-rata berbobot memberi pengaruh lebih besar pada komponen penting, seperti UAS. Untuk nilai rapor tanpa bobot, isi bobot yang sama pada setiap mata pelajaran. Sebaran nilai satu kelas bisa dilihat di kalkulator statistik.
Mengatur target belajar
Nilai minimal membantu membagi tenaga sebelum ujian. Bila nilai UAS yang dibutuhkan rendah, fokus bisa dipindah ke mata pelajaran lain. Bila hasilnya di atas 100, target itu tidak bisa dicapai lewat UAS saja, sehingga perlu menanyakan tugas tambahan atau remedial kepada pengajar. Coba beberapa target, misalnya batas lulus dan batas nilai A, untuk melihat jarak di antara keduanya. Mengubah angka target tidak menghapus isian lain. Kolom nama komponen juga bebas diganti, misalnya praktikum, presentasi, atau kehadiran, dan komponen baru bisa ditambah bila aturan penilaiannya lebih panjang.
Batasan
- Bobot dan aturan remedial mengikuti sekolah atau dosen masing-masing.
- Halaman ini bukan penghitung nilai seleksi masuk, karena tiap seleksi punya rumus resmi sendiri.
- Nilai mata kuliah yang sudah menjadi huruf dilanjutkan ke kalkulator IPK.
Pertanyaan yang sering muncul
Bagaimana cara menghitung nilai akhir?
Kalikan setiap nilai dengan bobotnya, jumlahkan, lalu bagi dengan jumlah bobot.
Berapa nilai UAS minimal supaya lulus?
Kosongkan kolom UAS dan isi target. Pada contoh, nilai terkumpul 47,5 dan target 75 membutuhkan UAS 68,75.
Bagaimana bila bobot tidak berjumlah 100?
Tetap bisa dihitung, karena kalkulator membagi dengan jumlah bobot. Bobot 2, 3, dan 5 sama dengan 20, 30, dan 50 persen.
Apakah bisa untuk nilai seleksi Polri atau SPMB?
Tidak. Setiap seleksi punya rumus dan tabel resmi sendiri. Halaman ini hanya menghitung nilai berbobot.