Kalkulator statistik online ini menghitung statistik deskriptif dari data tunggal: mean, median, modus, kuartil, jangkauan, varians, dan standar deviasi. Tempel angka dari Excel atau ketik langsung, dan hasilnya muncul tanpa menekan tombol. Tabel frekuensi, histogram, diagram kotak, serta daftar pencilan ada di bawah kartu hasil.
Rumus statistik deskriptif
mean x̄ = Σx ÷ n median = data tengah setelah diurutkan varians sampel s² = Σ(x − x̄)² ÷ (n − 1) varians populasi σ² = Σ(x − x̄)² ÷ n standar deviasi = √varians IQR = Q3 − Q1 pencilan: x < Q1 − 1,5·IQR atau x > Q3 + 1,5·IQR
Contoh menghitung mean, median, dan modus
Dua belas nilai ulangan berikut sudah terisi di kalkulator sebagai contoh.
- Urutkan data: 66, 70, 72, 74, 78, 85, 85, 85, 88, 90, 92, 95.
- Jumlahkan semua nilai: Σx = 980, lalu bagi dengan n = 12. Mean = 81,67.
- Banyak data genap, jadi median adalah rata-rata data ke-6 dan ke-7: 85.
- Nilai yang paling sering muncul adalah 85 sebanyak 3 kali, itulah modus.
- Jumlah kuadrat simpangan 974,67 dibagi 11 memberi varians sampel 88,61, dan akarnya 9,41.
Kenapa kuartil bisa berbeda
Buku sekolah, Excel, dan kalkulator ilmiah tidak selalu memakai cara yang sama. Karena itu kalkulator ini memberi tiga pilihan, sedangkan banyak kalkulator statistik lain hanya memakai satu cara tanpa menyebutnya. Pada data contoh, hasilnya menjadi seperti tabel berikut. Pilih cara yang dipakai guru, dosen, atau panduan laporan Anda.
| Cara | Q1 | Q3 |
|---|---|---|
| Letak q(n + 1)/4 | 72,5 | 89,5 |
| Median separuh data | 73 | 89 |
| Letak 1 + q(n − 1)/4 | 73,5 | 88,5 |
Sampel atau populasi?
Pakai sampel bila data hanya sebagian dari kelompok yang ingin disimpulkan, misalnya 30 siswa dari satu sekolah. Pakai populasi bila data sudah mencakup seluruh kelompok. Pembagi n − 1 pada sampel membuat varians tidak meremehkan sebaran yang sebenarnya. Selisihnya mengecil saat data bertambah banyak.
Kalkulator statistika untuk tugas dan laporan
Tiga kesalahan paling sering muncul saat mengerjakan statistik tangan. Pertama, median dihitung sebelum data diurutkan, padahal posisi tengah hanya bermakna pada data yang sudah urut. Kedua, koma desimal dari Excel versi Indonesia terbaca sebagai pemisah, sehingga 7,5 menjadi dua angka. Kotak data menampilkan jumlah angka yang terbaca, jadi selisihnya langsung kelihatan. Ketiga, varians sampel dan populasi tertukar, sehingga hasil berbeda dari kunci jawaban. Setelah angka cocok, tombol salin menyalin ringkasan untuk ditempel ke laporan. Bagian grafik membantu melihat bentuk sebaran: histogram yang miring ke kanan biasanya membuat mean lebih besar dari median, dan titik di luar kotak menandai pencilan yang perlu diperiksa ulang.
Batasan dan alat lanjutan
- Halaman ini untuk data tunggal. Tabel berkelas dihitung di kalkulator statistika data kelompok.
- Langkah per baris ada di kalkulator standar deviasi.
- Rata-rata geometrik dan harmonik hanya berlaku bila semua data positif.
- Statistik deskriptif hanya meringkas data. Untuk menarik kesimpulan, lanjutkan ke uji t atau rumus Slovin saat menentukan sampel.
Pertanyaan yang sering muncul
Bagaimana cara memakai kalkulator statistik online?
Tempel atau ketik angka di kotak data, dipisahkan spasi, koma, titik koma, atau baris baru. Mean, median, modus, kuartil, varians, dan standar deviasi langsung muncul tanpa menekan tombol.
Apa beda mean, median, dan modus?
Mean adalah jumlah data dibagi banyak data, median adalah nilai tengah setelah data diurutkan, dan modus adalah nilai yang paling sering muncul.
Kenapa hasil kuartil berbeda dari Excel?
Ada beberapa cara menentukan letak kuartil. Pilih QUARTILE.INC atau QUARTILE.EXC di kolom cara menghitung kuartil agar sama dengan rumus Excel yang Anda pakai.
Bagaimana bila desimal memakai koma?
Tulis data seperti 1,5 2,75 3,2 dengan spasi di antara angka, dan koma otomatis dibaca sebagai desimal. Anda juga bisa memilih arti koma secara manual.
Data modus tidak ada, apakah salah?
Tidak. Bila setiap nilai hanya muncul sekali, data itu tidak punya modus. Bila dua nilai sama-sama paling sering muncul, keduanya ditampilkan.