Cara mengisi Pompa transfer
Tool ini menghitung debit pompa transfer dari ground water tank ke roof tank berdasarkan kebutuhan air zona, lalu head dari selisih elevasi dan gesekan pipa. Kebutuhan harian memakai tabel SNI 03-7065-2005 untuk jenis bangunan yang Anda pilih. Identitas proyek di halaman Info proyek opsional, tetapi wajib bila Anda mengunduh PDF spesifikasi. Angka di halaman ini estimasi pra-desain, bukan gambar terstempel MEP dan bukan kurva pompa pabrik.
Istilah isian
- Jenis bangunan — pilih Rumah tinggal, apartemen, kantor, dll. Angka q mengikuti SNI 03-7065-2005 Tabel 1; kategori yang tidak ada di SNI memakai Noerbambang-Morimura dan diberi keterangan sumber.
- Jumlah orang — untuk rumah tinggal: penghuni yang memakai air. Tipe lain memakai Jumlah unit, Jumlah kamar, atau Luas gross sesuai helper formulir.
- Override manual — centang hanya jika proyek beda dari tabel. Setelah itu Kebutuhan (q) dan Jam operasi (T) bisa diedit.
- Losses (%) — default dua puluh persen (0,20 di rumus), di Parameter lanjutan per zona.
- c1 (jam) dan c2 (menit) — koefisien puncak; terisi otomatis saat jenis bangunan dipilih.
- Cadangan GWT (hari), Cadangan RT (menit), t_fill RT (menit) — parameter sistem global untuk volume tangki dan waktu isi roof tank.
- Elevasi sumber LWL (m) dan Elevasi target HWL (m) — hint GWT LWL / RT HWL. Basement boleh negatif.
- Tabel Segmen pipa: Nama, Material, Dia (mm), L (m), Q (m³/h). Isi Fittings, Safety factor (%), dan Hres (m) (biasanya nol ke roof tank).
Contoh pengisian langkah demi langkah
- Buka halaman transfer (isi info proyek dulu bila perlu PDF).
- Pada Jenis bangunan pilih Rumah tinggal.
- Isi Jumlah orang sama dengan enam penghuni, tanpa Override manual.
- Biarkan Losses dua puluh persen, c1 1,5, c2 3, Cadangan GWT satu hari, Cadangan RT tiga puluh menit, t_fill dua puluh menit.
- Isi elevasi GWT dan RT, lalu periksa segmen pipa sebelum membaca kartu spesifikasi.
Dengan contoh rumah tinggal enam orang, kebutuhan harian Qd sekitar 0.86 m³/hari dan Qh puncak 0.13 m³/jam. Debit pompa transfer 0.19 m³/jam, volume roof tank V_RT sekitar 0.06 m³. Fungsi computeZone lalu computeTanksAndPumps mode gravity booster. Angka ini duty point awal; engineer masih memeriksa kurva pabrik dan NPSH. Hasil estimasi, bukan gambar kerja terstempel.
Rumus di balik tombol
Q_transfer = V_RT / (t_fill / 60)
Kalau hasilnya aneh
Jumlah orang nol membuat debit nol dan kartu spesifikasi kosong. Head dihitung terpisah dari debit: elevasi salah membuat TDH aneh meski kebutuhan air sudah benar. Diameter pipa terlalu kecil menaikkan Hf di tabel segmen. Hres ke roof tank biasanya nol; jangan menyalin tekanan shower ke halaman ini. Setelah air ada di roof tank, hitung distribusi di pompa booster. Jangan memakai hasil ini sebagai stempel gambar kerja tanpa tinjauan perencana.
Pertanyaan yang sering muncul
Bagaimana cara menghitung head pompa?
Total head (TDH) = (Hs + Hf + Hm) × (1 + safety factor) + Hres. Hs adalah selisih elevasi muka air target dan sumber, Hf kerugian gesekan pipa, Hm kerugian fitting (ΣK × v² ÷ 2g), dan Hres tekanan sisa yang diminta di ujung pipa — biasanya 0 bila mengisi roof tank.
Bagaimana cara menghitung head loss pipa?
Kalkulator ini memakai Hazen-Williams: Hf = 10.67 × L × Q^1.85 ÷ (C^1.85 × D^4.8655), dengan L panjang pipa (m), Q debit (m³/detik), D diameter dalam (m), dan C koefisien material, misalnya 150 untuk PVC dan 120 untuk pipa galvanis baru.
Bagaimana cara menghitung debit pompa transfer?
Volume roof tank = kebutuhan air jam puncak × cadangan roof tank (menit) ÷ 60. Debit pompa transfer = volume roof tank ÷ waktu pengisian (menit) ÷ 60. Kebutuhan air harian diambil dari jumlah penghuni dan jenis bangunan.
Berapa daya motor pompa yang dibutuhkan?
P (kW) = 1000 × 9.81 × Q × H ÷ (η × 1000), dengan Q dalam m³/detik, H head total (m), dan efisiensi pompa default 0.70. Debit 1 L/detik dengan head 30 m butuh sekitar 0.42 kW di poros; pilih motor standar di atas angka itu.