Roof tank → fixture terjauh. Debit dari UBAP (fixture unit) atau populasi SNI.
Identitas proyek belum diisi. Kalkulator tetap bisa dipakai; isi identitas proyek agar nama proyek tercantum di PDF spesifikasi.
1 · Kebutuhan air
Metode perhitungan demand
Jadwal fixture per lantai
RT LWL = 10 m — Booster melayani lantai di bawah RWT yang tekanan gravitasi-nya kurang dari Hres (10 m + margin 1 m = 11 m). Hs tersedia = RT LWL − elevasi lantai.
Lantai
Elevasi (m)
Hs (m)
Kloset katup
Kloset tangki
Jet sembur
Wastafel
Shower
Bak mandi
Urinal katup
UBAP
Zona
10.0
0
Alat plambing tambahan
Lantai
Urinal tangki
Bak dapur
Bak pelayanan
Pancuran minum
Mesin cuci
Lantai 1
Kelipatan elevasi saat tambah lantai · Lantai baru: elevasi ≈ 3 m · kolom elevasi di tabel bisa diubah manual
Elevasi & tekanan zoning booster
Booster melayani lantai di bawah RWT yang tekanan gravity-nya < Hres + margin gesekan. RT LWL bisa lebih tinggi dari slab atap (tandon kubikal di dak).
Referensi visual — slab dak atap
Elevasi air tandon — sisi hisap pompa (elevUp)
Tekanan sisa minimum di fixture (sinkron head calc)
Conservatif untuk distribusi vertikal
Ambang gravitasi: Hs ≥ 11 m (Hres 10 + margin 1). Lantai dengan Hs < 11 m → zona booster.
Elevasi outlet fixture terjauh booster (elevDown)
Auto: elevDown = 0.0 m (lantai booster tertinggi — tekanan gravity paling rendah)
Detail kalkulasi kebutuhan air
→ Q booster: 0 L/menit(0.00 m³/h)
📐 Detail kalkulasi (langkah demi langkah)
1
UBAP — Zona 1
UBAP = Σ fixture per lantai
—
UBAP = 0
2
Total UBAP booster
UBAP_booster = Σ UBAP lantai dilayani booster
Gravity UBAP = 0 · Booster UBAP = 0
Total UBAP = 0 (1 lantai booster, 0 gravity)
3
Debit desain — SNI Gambar 1/2 kurva 2 (tangki gelontor)
Q = f(UBAP_booster) — interpolasi kurva SNI
UBAP_booster = 0
Q_booster = 0.0 L/menit (0.00 m³/h)
Mengacu SNI 03-7065-2005 Tabel 7 (UBAP) dan Gambar 1/2 (kurva perkiraan beban kebutuhan air).
⚠ Q booster = 0. Isi jumlah fixture per lantai di jadwal di atas, atau periksa zona booster (Hs tersedia vs Hres).
2 · Head pompa (Hazen-Williams)
Static head
Roof tank — sisi hisap pompa booster
Fixture terjauh yang dilayani booster — biasanya di bawah elevasi RT
1.0 m
Fixture lebih tinggi dari RT LWL. Untuk sistem gravity+booster, elevasi fixture biasanya di bawah roof tank. Periksa apakah input sudah benar.
Tool ini menghitung debit pompa booster dari roof tank ke fixture terjauh. Ada dua metode di blok Metode perhitungan demand: fixture unit UBAP atau populasi SNI 03-7065-2005. Head memakai elevasi roof tank dan fixture kritis, plus gesekan pipa Hazen-Williams. Isi identitas proyek bila perlu PDF spesifikasi. Hasilnya estimasi pra-desain, bukan kurva pompa pabrik dan bukan gambar terstempel MEP.
Istilah isian
Metode fixture unit (UBAP) / Metode populasi (SNI) — pilih di Metode perhitungan demand. UBAP memakai jadwal alat plambing; populasi memakai tabel SNI.
Metode populasi: sama seperti transfer — Jenis bangunan, jumlah orang atau unit, Losses (%), c1 (jam), c2 (menit).
Jadwal fixture per lantai, Kategori UBAP, dan Kurva debit — hanya jika metode fixture unit aktif. Kolom Lantai, Elevasi (m), UBAP, dan Zona. Kurva debit default kurva 2 SNI 03-7065 Gambar 1 (tangki gelontor); kurva 1 hanya untuk sistem yang sebagian besar katup gelontor.
Total lantai dan Lantai teratas tanpa booster — fraksi lantai yang dilayani booster saat metode populasi. Data lantai yang sama dipakai di perencanaan traffic lift.
Label hisap head: Elevasi RT LWL (m); buang: Elevasi fixture kritis (outlet, m). Ada peringatan jika fixture lebih tinggi dari roof tank.
Tabel Segmen pipa: Nama, Material, Dia (mm), L (m), Q (m³/h), plus Fittings dan Safety factor (%).
Contoh pengisian langkah demi langkah
Klik Metode populasi (SNI) agar contoh ini mudah diikuti tanpa mengisi jadwal fixture.
Pilih Rumah tinggal, isi enam orang, biarkan Losses dua puluh persen, c1 1,5, c2 3.
Biarkan Total lantai nol (faktor booster seratus persen) atau isi jika hanya sebagian lantai naik booster.
Isi Elevasi RT LWL (m) dan Elevasi fixture kritis (outlet, m), lalu periksa segmen pipa dan Hres fixture.
Baca Q booster di panel hasil, lalu kartu spesifikasi. Ganti ke metode UBAP hanya setelah jadwal lantai terisi.
Contoh populasi enam orang rumah biasa, seluruh lantai dilayani booster: Q booster sekitar 0.26 m³/jam (Qm puncak). Metode UBAP memakai grafik fixture unit, angkanya berbeda dan bisa nol jika jadwal kosong. Fungsi computeTanksAndPumps pada mode gravity booster, atau computeBoosterDemandFromFU jika UBAP. Angka ini duty point awal, bukan seleksi merek. Estimasi SNI 03-7065-2005, bukan stempel gambar kerja dan bukan jaminan tekanan di setiap kran lapangan.
Rumus di balik tombol
Q_booster = Qm_peak × (lantai booster / total lantai)
Kalau hasilnya aneh
Metode UBAP dengan jadwal fixture kosong membuat debit nol. Total lantai terisi tetapi Lantai teratas tanpa booster lebih besar membuat faktor booster aneh. Head statis negatif bisa benar jika gravitasi dari roof tank membantu; TDH lalu didominasi gesekan dan Hres. Transfer GWT ke RT dihitung terpisah di pompa transfer. Jangan memakai hasil ini sebagai gambar terstempel tanpa tinjauan perencana.
Komentar & masukan
Ada angka yang terasa janggal, fitur yang kurang, atau pengalaman memakai alat ini? Tulis di sini. Komentar ditinjau dulu sebelum tampil, dan pertanyaan akan kami jawab.