Kalkulator saham ini menghitung tiga hal: harga rata-rata setelah average down, untung atau rugi bersih setelah fee dan PPh final, serta batas ARA dan ARB Bursa Efek Indonesia. Dua lot di harga 1,000 dan satu lot di 1,300 menghasilkan rata-rata 1,100 per lembar. Contoh memakai Saham A fiktif, tanpa kode emiten.
Average down adalah
Average down adalah membeli lagi saham yang sama di harga lebih rendah sehingga harga rata-rata turun. Harga rata-rata dihitung dari total uang dibagi total lembar, bukan rata-rata harga per baris.
lembar = lot × 100 rata-rata = Σ(lembar × harga) ÷ Σ lembar harga impas = rata-rata × (1 + fee beli %)
- Pembelian awal: 2 lot di 1,000 dan 1 lot di 1,300, rata-rata 1,100.
- Tambah 2 lot di 900. Total 5 lot = 500 lembar.
- Rata-rata baru 510,000 ÷ 500 = 1,020 per lembar.
Cara menghitung untung rugi saham dan pajak jual
Penjualan saham di bursa dikenai PPh final 0.1% dari nilai jual bruto (PP 41 Tahun 1994 jo. PP 14 Tahun 1997). Contoh 10 lot, beli 1,000, jual 1,100: nilai jual 1,100,000, pajak 1,100, untung 98,900 sebelum fee broker. Fee beli dan jual diisi dari aplikasi broker Anda.
pajak = nilai jual × 0,1% untung = nilai jual − fee jual − pajak − (nilai beli + fee beli)
Kalkulator ARA ARB dan fraksi harga
Kep-00136/BEI/09-2026 berlaku sejak 28 September 2026. Sampai 31 Desember 2026, ARB untuk harga di atas Rp10 tetap 15%. Acuan 1,000 punya ARA 1,250 dan ARB 850. Keputusan yang sama menjadwalkan ARB simetris mulai 1 Januari 2027, sehingga ARB acuan itu menjadi 750. BEI menyatakan jadwal 2027 masih dievaluasi menurut kondisi pasar, jadi cek pengumuman BEI sebelum memakainya.
| Harga acuan (Rp) | ARA | ARB s.d. 2026 | ARB 2027 (rencana) |
|---|---|---|---|
| 1–10 | Rp 1 | Rp 1 | Rp 1 |
| 11–200 | 35% | 15% | 35% |
| 201–5,000 | 25% | 15% | 25% |
| di atas 5,000 | 20% | 15% | 20% |
| Harga (Rp) | Fraksi | Jenjang maksimum |
|---|---|---|
| di bawah 200 | Rp 1 | Rp 10 |
| 200–499 | Rp 2 | Rp 20 |
| 500–1,999 | Rp 5 | Rp 50 |
| 2,000–4,999 | Rp 10 | Rp 100 |
| 5,000 ke atas | Rp 25 | Rp 250 |
Istilah isian kalkulator saham
- Lot — satuan beli di BEI, satu lot berisi 100 lembar saham.
- Fee beli dan fee jual — persen komisi broker yang tertera di aplikasi sekuritas Anda.
- PPh final — pajak penjualan yang dipotong otomatis dari nilai jual.
- Harga acuan — harga penutupan hari bursa sebelumnya, dasar batas ARA dan ARB hari ini.
- ARA dan ARB — batas harga tertinggi dan terendah dalam satu hari; order di luar batas ditolak sistem.
Batasan
Waran, pasar negosiasi, saham pendiri, dan biaya kustodian tidak dihitung. Hasil hanya hitungan, bukan sinyal beli atau jual. Untuk mengukur nilai uang dalam jangka panjang, bandingkan dengan kalkulator bunga majemuk, kalkulator inflasi, atau dana pensiun.
Pertanyaan yang sering muncul
Average down adalah apa?
Average down adalah membeli lagi saham yang sama di harga lebih rendah agar harga rata-rata turun. Dua lot di 1000 dan satu lot di 1300 rata-ratanya 1100; menambah dua lot di 900 menurunkannya ke 1020.
Bagaimana cara menghitung average down saham?
Kalikan setiap pembelian lot × 100 lembar × harga, jumlahkan, lalu bagi dengan total lembar. Hasilnya harga rata-rata per lembar, bukan rata-rata harga per baris.
Berapa pajak penjualan saham?
PPh final 0,1% dari nilai jual bruto (PP 41 Tahun 1994). Penjualan 1,100,000 dipotong pajak 1,100. Fee beli dan fee jual mengikuti broker Anda.
ARA dan ARB harga 1000 berapa?
Sampai 31 Desember 2026: ARA 1250 (naik 25%) dan ARB 850 (turun 15%). Jadwal ARB simetris mulai 1 Januari 2027 menurunkan batas bawah ke 750, selama BEI tidak mengubah jadwal itu.
1 lot saham berapa lembar?
Di Bursa Efek Indonesia, 1 lot berisi 100 lembar saham. Kolom lembar per lot tetap bisa diubah untuk bursa atau produk lain.
Apakah kalkulator ini menyarankan saham yang dibeli?
Tidak. Contoh memakai Saham A fiktif, tanpa kode emiten, sinyal, atau rekomendasi. Kalkulator hanya menghitung.