Kalkulator Inflasi

Nilai yang dibutuhkan agar daya beli tetap, dari suku inflasi yang Anda isi.

Pertanyaan

Ganti 5% dengan angka tahunan dari BPS atau asumsi Anda. Bukan ramalan harga.

Hasil simulasi, bukan nasihat keuangan, pajak, atau hukum. Angka akhir mengikuti bank, kantor pajak, notaris, atau perusahaan Anda.

Uang setara nanti
Rp 1,102,500
Daya beli uang yang sama tinggal Rp 907,029

Kalkulator inflasi

Kalkulator inflasi menaikkan jumlah uang dengan suku yang Anda isi. Rp 1,000,000 pada 5 persen selama 2 tahun menjadi Rp 1,102,500. Uang yang sama, bila harga naik sebesar itu, daya belinya tinggal Rp 907,029. Angka 5 persen hanya contoh agar hasil langsung muncul. Ganti dengan inflasi tahunan BPS atau dengan asumsi Anda. Halaman tidak mengunduh tabel BPS dan tidak meramal tahun depan.

Rumus

nilai nanti = uang × (1 + inflasi) ^ tahun
daya beli = uang / (1 + inflasi) ^ tahun

Tahun harus bilangan bulat. Nol tahun mengembalikan jumlah yang sama. Inflasi nol juga begitu. Suku negatif memperkecil nilai nanti dan menaikkan daya beli, selama tidak mencapai minus 100 persen. Ini satu suku rata-rata, bukan inflasi barang per barang. Harga emas dan bunga majemuk tetap diisi terpisah karena keduanya bukan indeks harga konsumen.

Rumus yang sama dipakai untuk menaksir harga barang di masa depan: harga hari ini dikali satu ditambah inflasi, dipangkatkan jumlah tahun. Untuk kebutuhan yang harganya naik lebih cepat dari rata-rata, seperti biaya pendidikan atau kesehatan, pakai persen yang lebih tinggi dari inflasi umum.

Istilah isian

  • Uang sekarang — jumlah rupiah hari ini, misalnya harga barang atau target tabungan.
  • Inflasi per tahun — kenaikan harga rata-rata setahun dalam persen; pakai inflasi tahunan BPS atau asumsi Anda.
  • Jumlah tahun — jarak waktu ke masa depan yang ingin dihitung, dalam tahun utuh.
  • Daya beli — nilai uang yang disimpan tanpa bunga bila harga naik sebesar inflasi itu.

Batasan

  • Bukan indeks resmi BPS dan bukan jaminan harga.
  • Tidak membedakan inflasi makanan, inti, atau administered price.
  • Pajak dan biaya simpanan tidak masuk rumus.

Menghitung nilai uang di masa depan

Inflasi 3 persen setahun terdengar kecil, tetapi berlipat. Rp 100,000,000 hari ini setara Rp 134,391,638sepuluh tahun lagi untuk membeli barang yang sama, dan daya beli uang yang disimpan tanpa bunga tinggal Rp 74,409,391. Angka inflasi tahunan resmi dirilis Badan Pusat Statistik setiap awal bulan; pakai inflasi tahunan (year on year) untuk perencanaan, bukan inflasi bulanan. Untuk dana pendidikan atau pensiun, bandingkan hasil ini dengan imbal hasil tabungan di kalkulator bunga majemuk. Suku pada contoh bukan angka BPS tahun berjalan, jadi ganti dulu sebelum memakai hasilnya.

Pertanyaan yang sering muncul

Bagaimana cara memakai kalkulator inflasi?

Isi uang sekarang, suku inflasi per tahun, dan jumlah tahun. Hasilnya uang yang dibutuhkan agar daya beli tetap, plus daya beli uang lama.

Dari mana angka inflasinya?

Anda yang mengisi. Lima persen hanya contoh. Ganti dengan angka BPS atau asumsi sendiri.

Apakah ini meramal harga tahun depan?

Tidak. Rumusnya mengulang suku yang sama setiap tahun.

Apa bedanya dengan bunga majemuk?

Inflasi menaikkan harga. Bunga majemuk menaikkan saldo simpanan. Keduanya tidak dicampur di satu kolom.