Konversi koordinat ini mengubah derajat-menit-detik ke derajat desimal, lalu lintang-bujur WGS84 ke UTM, dan sebaliknya. Titik -6.2, 106.8 (Jakarta) jatuh di zona 48S dengan easting 699,163.39 m dan northing 9,314,348.96 m.
Derajat menit detik ke desimal
Menit dibagi 60 dan detik dibagi 3600, lalu ditambahkan ke derajat. Lintang selatan (LS) dan bujur barat (BB) diberi tanda minus. Konversi ini eksak, tanpa pembulatan selain tampilan.
desimal = derajat + menit ÷ 60 + detik ÷ 3600 tanda = −1 untuk LS atau BB
- 6° 12′ 0″ LS = −(6 + 12 ÷ 60) = −6,2.
- 106° 48′ 0″ BT = 106 + 48 ÷ 60 = 106,8.
- Hasil desimal: −6.2, 106.8 — siap ditempel ke Google Maps.
Konversi koordinat geografis ke UTM
Zona UTM = bilangan bulat dari (bujur + 180) ÷ 6, ditambah satu. Meridian tengah zona 48 adalah 105°. Proyeksi memakai ellipsoid WGS84 (a = 6.378.137 m, 1/f = 298,257223563), faktor skala 0,9996, false easting 500.000 m, dan false northing 10.000.000 m di belahan selatan. Konversi UTM ke geografis membalik rumus yang sama; titik contoh kembali ke -6.200000, 106.800000.
| Zona | Rentang bujur | Meridian tengah | Contoh wilayah |
|---|---|---|---|
| 46 | 90°–96° BT | 93° | Aceh bagian barat |
| 47 | 96°–102° BT | 99° | Sumatera Utara, Riau |
| 48 | 102°–108° BT | 105° | Jakarta, Jawa Barat |
| 49 | 108°–114° BT | 111° | Jawa Tengah, Jawa Timur |
| 50 | 114°–120° BT | 117° | Bali, NTB, Kaltim |
| 51 | 120°–126° BT | 123° | Sulawesi, NTT |
| 52 | 126°–132° BT | 129° | Maluku |
| 53 | 132°–138° BT | 135° | Papua Barat |
| 54 | 138°–144° BT | 141° | Papua bagian timur |
Koordinat Google Maps dan GPS
Google Maps menampilkan koordinat desimal, misalnya −6.2, 106.8: angka pertama lintang, angka kedua bujur. GPS genggam dan peta topografi sering memakai derajat-menit-detik atau UTM. Pilih format masukan yang sama dengan sumber angka Anda, lalu salin format tujuan dari kartu hasil. Tombol salin desimal memberi enam angka di belakang titik, kira-kira ketelitian sepuluh sentimeter di lapangan.
Istilah isian
Mode desimal memakai tanda minus untuk selatan dan barat. Mode derajat meminta derajat, menit, dan detik terpisah dengan arah LU/LS atau BT/BB. Mode UTM meminta easting, northing, nomor zona, dan belahan. Pilihan zona otomatis mengikuti bujur; zona tetap dipakai bila satu proyek harus memakai satu zona walau melintasi batas.
Wilayah Indonesia membentang dari zona 46 di Aceh sampai zona 54 di Papua, jadi satu provinsi yang luas bisa terbelah dua zona. Untuk satu peta proyek, pilih satu zona tetap agar semua titik sebanding.
Batasan
Batas timur zona tidak termasuk: bujur 108° sudah zona 49. Arah UTM ke lintang-bujur butuh pilihan belahan, karena northing saja tidak membedakan utara dan selatan. Hasil adalah konversi hitung, bukan pengukuran resmi untuk sertifikat. Luas kavling dari koordinat sudut ada di cara menghitung luas tanah; batas bangunan di KDB KLB.
Pertanyaan yang sering muncul
Bagaimana cara mengubah derajat menit detik ke desimal?
Desimal = derajat + menit / 60 + detik / 3600, lalu beri tanda minus untuk lintang selatan atau bujur barat. 6 derajat 12 menit LS sama dengan -6,2.
Bagaimana konversi koordinat geografis ke UTM?
Tentukan zona dari bujur, lalu proyeksikan lintang-bujur WGS84 dengan Transverse Mercator. Titik -6,2 dan 106,8 menjadi zona 48S, easting 699,163 m dan northing 9,314,349 m.
106,8 bujur timur masuk zona UTM berapa?
Zona 48, meridian tengah 105 derajat. Zona 48 mencakup 102 derajat sampai tepat sebelum 108 derajat bujur timur.
Kenapa northing belahan selatan ditambah 10000000?
Agar angka northing tetap positif di selatan khatulistiwa. Karena itu konversi UTM ke lintang-bujur membutuhkan pilihan belahan utara atau selatan.
Apakah hasilnya bisa dipakai untuk sertifikat BPN?
Tidak. Ini konversi hitung di browser, bukan pengukuran resmi.