Kalkulator KDB & KLB: Luas Bangunan Maksimal

Luas lantai dasar dan total lantai dari koefisien RDTR yang Anda isi.

Pertanyaan

KDB diisi persen. KLB diisi koefisien. Salin keduanya dari zona RDTR.

Total luas lantai
480 m²
Lantai dasar 120 m² · tapak 120 m² · 4 lantai

Menghitung KDB dan KLB

Luas lantai dasar paling besar adalah KDB kali luas lahan. Total luas lantai paling besar adalah KLB kali luas lahan. Lahan 200 meter persegi dengan KDB 60 persen memberi lantai dasar 120 meter persegi. KLB 2.4 memberi total 480 meter persegi, atau 4 lantai bila tiap lantai sebesar tapak itu. KDB diisi persen. KLB diisi koefisien dari RDTR, bukan angka nasional.

Garis sempadan

lantai dasar = luas lahan × KDB / 100
total lantai = luas lahan × KLB
tapak GSB = lebar × (panjang − GSB depan)

Bila lebar, panjang, dan garis sempadan depan diisi, tapak memakai angka yang lebih kecil antara batas KDB dan sisa kapling. Contoh lebar 10 meter, panjang 20 meter, dan sempadan 3 meter menyisakan 170 meter persegi, tetapi KDB 60 persen lebih ketat pada 120. KDB 90 persen pada lahan yang sama dibatasi sempadan menjadi 170. Sempadan samping tidak ditebak. KLB yang lebih kecil dari KDB ditolak, karena total lantai tidak bisa lebih sempit dari lantai dasar. Luas kapling yang belum berbentuk persegi diukur dulu di cara menghitung luas tanah. Volume lantai ada di volume beton, dan anggaran di RAB.

Batasan

  • Koefisien wajib disalin dari RDTR atau izin setempat.
  • Bukan gambar GSB samping, belakang, atau bonjir.
  • Bukan izin mendirikan bangunan.

Satu bidang bisa punya KDB berbeda dari tetangga bila zona RDTR-nya berbeda. Jangan memakai 60 persen hanya karena angka itu sering disebut. Cocokkan juga jumlah lantai dengan tinggi bangunan yang diizinkan, karena kelipatan di kartu hanya bagi total luas dengan tapak. Hasil kartu sama dengan fungsi hitung. Angka zona tetap tanggung jawab pemohon izin.

Cara membaca hasil

Total luas lantai adalah batas KLB. Lantai dasar adalah batas KDB sebelum sempadan. Tapak adalah angka yang lebih kecil di antara keduanya bila lebar, panjang, dan garis sempadan depan terisi. Jumlah lantai hanya membagi total dengan tapak, lalu membulatkan ke atas. Itu bukan izin jumlah tingkat. Bila tapak menyusut karena sempadan, jumlah lantai bisa naik meskipun KLB tidak berubah. Lebar kali panjang tidak harus sama dengan luas lahan yang diisi, karena lahan bisa tidak persegi. Yang dipakai untuk KDB tetap luas lahan, bukan hasil kali sisi. Salin koefisien dari peta zona, lalu ulangi bila ada dua penafsiran garis kapling. Angka hilang saat tab ditutup.

Pertanyaan yang sering muncul

Bagaimana cara menghitung KDB dan KLB?

Luas lantai dasar sama dengan KDB kali luas lahan. Total luas lantai sama dengan KLB kali luas lahan.

Berapa luas bangunan maksimal di lahan saya?

Lantai dasar maksimal adalah KDB kali luas lahan, dan total semua lantai maksimal adalah KLB kali luas lahan. Lahan 120 m² dengan KDB 60 persen dan KLB 1,2 boleh punya lantai dasar 72 m² dan total luas 144 m².

KDB diisi persen atau desimal?

Persen. KDB 60 berarti 60 persen lahan, bukan koefisien 60.

Apa bedanya KDB dan KLB?

KDB membatasi tapak lantai dasar. KLB membatasi jumlah seluruh lantai.

Apakah GSB mengurangi KDB?

Bila lebar, panjang, dan garis sempadan diisi, tapak yang lebih kecil di antara batas KDB dan sisa kapling yang dipakai.