Kalkulator bangunan per tahap pekerjaan
Kalkulator bangunan di sini disusun mengikuti urutan pekerjaan rumah: tanah dan pondasi, struktur, dinding, atap, lalu finishing. Setiap alat memakai koefisien dari standar atau katalog yang disebut di artikelnya, sehingga angka kebutuhan material bisa dicocokkan dengan daftar belanja toko bangunan.
Tanah, pondasi, dan struktur
Mulai dari volume galian dan urugan, lalu pondasi batu kali. Untuk kolom, balok, dan sloof, volume cor beton memberi semen, pasir, dan split per mutu, sedangkan kebutuhan besi dan berat besi beton mengubah tulangan menjadi batang dan kilogram. Pengiriman pasir dan batu dihitung per rit di 1 truk pasir berapa kubik.
Dinding, atap, dan finishing
Dinding memakai kebutuhan bata, hebel, atau batako dan semen pasir plesteran. Rangka atap dihitung di baja ringan, penutupnya di kebutuhan genteng. Tahap akhir memakai kebutuhan keramik, kebutuhan cat, dan kebutuhan plafon. Profil baja ada di berat hollow, plat, dan pipa.
Urutan pemakaian yang disarankan
- Ukur denah, tinggi dinding, dan bentang atap dalam meter, bukan sentimeter.
- Hitung volume per pekerjaan dengan kalkulator yang sesuai tahapnya.
- Kumpulkan semua jumlah material ke satu daftar belanja.
- Bandingkan total biaya dengan RAB per meter persegi sebagai pengecekan kasar.
Dari volume ke anggaran
Setelah volume terkumpul, harga material mengalikan jumlah dengan harga yang Anda isi atau acuan bersumber, dan kalkulator RAB merangkum biaya per meter persegi lantai. Batas luas lantai menurut aturan daerah dicek di KDB dan KLB.
Catatan: setiap alat sudah memberi cadangan potong yang wajar, tetapi kondisi lapangan, mutu tukang, dan ukuran material dari toko bisa berbeda. Tambahkan cadangan sendiri untuk pekerjaan dengan banyak potongan atau sudut.