Cara Menghitung PPN

DPP dan PPN untuk harga yang belum atau sudah termasuk pajak. Barang mewah dihitung terpisah.

Aturan per 1 Januari 2025 — PMK No. 131 Tahun 2024 Pasal 2 dan Pasal 3 · dicek 7 Oktober 2026

Harga dan jenis barang

PMK No. 131 Tahun 2024 Pasal 2 dan Pasal 3. Berlaku 1 Januari 2025. Skema khusus seperti emas, LPG, atau besaran tertentu tidak dihitung di sini.

Hasil simulasi, bukan nasihat keuangan, pajak, atau hukum. Angka akhir mengikuti bank, kantor pajak, notaris, atau perusahaan Anda.

PPN
Rp 1,320,000
DPP Rp 11,000,000 · harga tanpa PPN Rp 12,000,000 · total Rp 13,320,000

Cara menghitung PPN

Cara menghitung PPN sejak 1 Januari 2025 mengikuti PMK No. 131 Tahun 2024. Untuk barang dan jasa selain barang mewah, PPN sama dengan 12 persen kali DPP nilai lain, dan DPP nilai lain sama dengan 11/12 harga jual. Contoh Direktorat Jenderal Pajak untuk komputer seharga Rp 12,000,000 yang belum termasuk PPN memberi DPP Rp 11,000,000 dan PPN Rp 1,320,000. Total yang dibayar pembeli Rp 13,320,000. Untuk barang mewah yang kena PPnBM, sejak 1 Februari 2025 DPP adalah harga jual penuh dan tarifnya 12 persen. Contoh kendaraan Rp 600,000,000 memberi PPN Rp 72,000,000. Selama Januari 2025 barang mewah masih memakai 11/12. Bulan itu sudah lewat, jadi pilihan barang mewah di formulir memakai tarif penuh.

Cara menghitung DPP

selain mewah: DPP = 11/12 × harga jual
PPN = 12% × DPP
mewah: DPP = harga jual
PPN = 12% × DPP
harga termasuk, selain mewah: PPN = 11/111 × harga

Harga yang sudah termasuk PPN dipecah kembali. Pada selain barang mewah, beban efektifnya setara 11 persen, jadi PPN adalah 11/111 dari harga termasuk. Harga Rp 13,320,000 berisi PPN Rp 1,320,000 dan harga tanpa PPN Rp 12,000,000. Pada barang mewah, pecahannya 12/112. Rupiah dibulatkan ke satuan terdekat. Contoh resmi di atas tidak terkena selisih pembulatan karena hasilnya bulat. Pasal 4 PMK yang sama mengecualikan skema DPP nilai lain dan besaran tertentu yang sudah diatur terpisah, misalnya emas perhiasan, LPG tertentu, atau barang pertanian. Halaman ini tidak menghitung skema itu.

HPP, PPh 21, dan diskon

PPN bukan komponen harga pokok. Harga pokok produksi ada di kalkulator HPP. Pajak gaji ada di kalkulator PPh 21. Potongan sebelum PPN bisa dihitung dulu di kalkulator diskon, lalu harga setelah diskon diisi di sini. Angka di slip yang memuat potongan lain ada di pembuat slip gaji. Halaman ini tidak membuat faktur pajak dan tidak menyimpan NPWP.

Batasan

  • Bukan nasihat pajak. Angka akhir mengikuti faktur dan kantor pajak.
  • Tidak menghitung PPnBM, hanya membedakan DPP barang mewah.
  • Tidak memakai besaran tertentu untuk emas, LPG, atau kripto.
  • Ekspor bertarif nol tidak dijadikan mode tersendiri.

Cara membaca hasil

Angka besar adalah PPN, bukan harga barang. DPP adalah dasar pengenaan, yang pada selain barang mewah lebih kecil daripada harga jual. Harga tanpa PPN adalah harga sebelum pajak ditambahkan. Total adalah harga tanpa PPN ditambah PPN bila Anda mengisi harga yang belum termasuk pajak. Bila Anda mengisi harga yang sudah termasuk, total sama dengan harga yang diketik dan PPN sudah berada di dalamnya. Mengganti jenis dari selain mewah menjadi mewah menaikkan PPN pada harga yang sama, karena DPP tidak lagi dikalikan 11/12. Jangan memakai hasil Januari 2025 untuk transaksi setelah tanggal itu. Formulir tidak menyimpan harga. Salin DPP dan PPN bila keduanya masih dibandingkan dengan faktur.

Pertanyaan yang sering muncul

Bagaimana cara menghitung PPN?

Untuk komputer seharga Rp12.000.000 yang belum termasuk PPN dan bukan barang mewah, PPN-nya Rp1.320.000.

Bagaimana cara menghitung DPP nilai lain?

DPP nilai lain adalah 11/12 dari harga jual. Pada contoh Rp12.000.000, DPP-nya Rp11.000.000.

Berapa PPN 12 persen untuk barang mewah?

Sejak 1 Februari 2025, PPN barang mewah adalah 12 persen dari harga jual. Kendaraan Rp600.000.000 terkena PPN Rp72.000.000.

Bagaimana jika harga sudah termasuk PPN?

Untuk non-mewah, PPN adalah 11/111 dari harga termasuk PPN. Harga Rp13.320.000 berisi PPN Rp1.320.000.