Cara menghitung diskon
Cara menghitung diskon adalah harga dikali persen diskon, lalu dibagi seratus. Hasilnya nominal yang dipotong. Dua puluh persen dari 100,000 memotong 20,000, jadi yang dibayar 80,000. Diskon kedua tidak dijumlah ke persen pertama. Lima puluh persen lalu dua puluh persen dari 200,000 menyisakan 80,000, yaitu diskon efektif 60 persen, bukan tujuh puluh.
Tiga tombol di atas memakai angka yang Anda ketik. Harga dan persen selalu bisa diganti. Tidak ada tarif toko yang dikunci. Persen dari angka lain, tanpa potongan harga, ada di cara menghitung persen.
Cara menghitung diskon persen
Tombol Diskon persen menjawab berapa yang dipotong dan berapa yang dibayar. Kolom Harga adalah harga sebelum potongan. Kolom Diskon (%) adalah bagian per seratus yang dikurangi. Rumusnya dua langkah: potongan dulu, lalu sisa harga.
harga akhir = harga − potongan
Contoh yang sudah terisi: harga 100,000 dan diskon 20%. Potongannya 20,000 karena 100,000 kali 20 dibagi 100. Harga akhir 80,000. Sepuluh persen dari seribu memotong seratus, yang dibayar sembilan ratus. Desimal diketik dengan titik, misalnya 12.5. Koma di dalam kotak adalah pemisah ribuan, jadi 1,000 berarti seribu.
Cara menghitung diskon bertingkat
Tombol Bertingkat untuk promo yang ditumpuk, misalnya diskon member lalu diskon voucher. Diskon kedua dikenakan pada sisa harga, bukan pada harga semula. Menjumlah persen melebihkan potongan.
Contoh bawaan: harga 200,000, diskon 50% lalu 20%. Setelah diskon pertama tersisa setengahnya, 100,000. Dua puluh persen dari sisa itu memotong lagi, sehingga harga akhir 80,000 dan hemat 120,000. Diskon efektif 60%. Kalau salah dijumlah menjadi tujuh puluh persen, potongannya lebih besar dari yang kasir hitung. Urutan dua diskon yang dikalikan seperti ini tidak mengubah hasil: lima puluh lalu dua puluh sama dengan dua puluh lalu lima puluh. Urutan baru penting jika salah satu potongan berupa nominal rupiah, dan halaman ini hanya menerima persen.
Harga setelah diskon berapa persen
Tombol Dari dua harga dipakai saat label hanya menampilkan harga coret dan harga jual. Kolom Harga awal adalah angka sebelum coret. Kolom Harga jual adalah yang dibayar. Selisih dibagi harga awal, lalu kali seratus. Harga awal nol tidak bisa dibagi, jadi hasil dikosongkan.
Contoh: 150,000 menjadi 120,000 berarti hemat 30,000, atau diskon 20%. Jika harga jual lebih tinggi dari harga awal, persennya negatif. Itu kenaikan, bukan diskon. Naik dan turun persen tanpa konteks harga ada di cara menghitung persen.
Tabel contoh
| Pertanyaan | Harga akhir | Diskon efektif |
|---|---|---|
| 20% dari 100,000 | 80,000 | 20% |
| 50% lalu 20% dari 200,000 | 80,000 | 60% |
| 150,000 menjadi 120,000 | 120,000 | 20% |
Kalau hasilnya aneh
Hasil kosong biasanya karena harga awal nol pada tombol Dari dua harga, atau isian bukan angka. Diskon di atas seratus persen membuat harga akhir negatif. Itu sah secara hitungan, tetapi jarang ada di kasir. Diskon nol persen tidak memotong apa pun. Jangan menambahkan dua persen promo lalu mengira itu satu diskon. Pajak, ongkir, dan biaya admin tidak masuk rumus ini. Tambahkan sendiri setelah harga akhir. Cadangan biaya bangunan yang memakai persen ada di kalkulator RAB. Potongan order yang diketik sendiri ada di Ambil/Skip.
Pertanyaan yang sering muncul
Bagaimana cara menghitung diskon?
Kalikan harga dengan persen diskon, lalu bagi 100. Itu nominal potongan. Harga akhir sama dengan harga dikurangi potongan. Contoh: 20% dari 100,000 adalah 20,000, jadi harga akhir 80,000.
Bagaimana cara menghitung diskon bertingkat?
Terapkan diskon satu per satu pada sisa harga, jangan dijumlahkan. 50% lalu 20% dari 200,000 menyisakan 80,000. Diskon efektifnya 60%, bukan 70%.
Apakah diskon 50% ditambah 20% sama dengan 70%?
Tidak. Diskon kedua dihitung dari harga yang sudah terpotong. 50% + 20% bertingkat sama dengan diskon efektif 60%.
Bagaimana cara menghitung harga setelah diskon?
Kurangi harga dengan nominal potongan. Jika yang diketahui dua harga, selisihnya dibagi harga awal lalu kali 100 untuk mendapat persen diskonya.