Budget keuangan
Penghasilan dibagi tiga: kebutuhan, keinginan, dan tabungan. Nilai awal 50/30/20 berasal dari Elizabeth Warren dan Amelia Warren Tyagi, All Your Worth (2005). Pada penghasilan Rp 6,000,000, kebutuhan Rp 3,000,000, keinginan Rp 1,800,000, dan tabungan Rp 1,200,000. Persen boleh diganti. Ini cara membagi, bukan batas yang wajib diikuti.
dibagi = penghasilan − cicilan − zakat kebutuhan = dibagi × persen kebutuhan keinginan = dibagi × persen keinginan tabungan = dibagi × persen tabungan sisa tabungan = tabungan − setoran dana darurat
Cicilan, dana darurat, dan zakat
Cicilan dan zakat wajib dibayar, jadi keduanya dipotong lebih dulu. Contoh: gaji Rp 6,000,000 dengan cicilan Rp 1,000,000 dan zakat Rp 150,000 menyisakan Rp 4,850,000. Angka itu dibagi menjadi kebutuhan Rp 2,425,000, keinginan Rp 1,455,000, dan tabungan Rp 970,000. Setoran dana darurat Rp 300,000 diambil dari tabungan, sisa Rp 670,000.
Membaca sisa
Bila cicilan dan zakat melebihi gaji, tidak ada yang bisa dibagi dan kalkulator memberi tanda. Bila setoran dana darurat lebih besar dari pos tabungan, naikkan persen tabungan atau turunkan keinginan. Gaji yang dipakai sebaiknya gaji bersih, dari kalkulator gaji bersih. Bagian tabungan jangka panjang bisa dilanjutkan ke perhitungan pensiun. THR yang masuk di bulan tertentu ada di kalkulator THR, dan jangan dijumlahkan ke penghasilan rutin bila hanya datang sekali. Cadangan beberapa bulan ada di dana darurat.
Cara membuat budget keuangan bulanan
- Catat gaji yang benar-benar diterima di rekening, bukan gaji kotor.
- Tulis cicilan dan zakat yang tanggalnya sudah pasti setiap bulan.
- Pakai 50/30/20 sebagai titik awal, lalu sesuaikan dengan catatan belanja tiga bulan terakhir.
- Pindahkan pos tabungan ke rekening terpisah di hari gajian, sebelum belanja keinginan.
Batasan
- Angka tidak disimpan di server.
- 50/30/20 bukan aturan pajak atau nasihat produk.
- Pos cicilan tidak membedakan bunga dan pokok.
- Zakat di sini adalah setoran rutin yang Anda tetapkan, bukan hitungan nisab.
- Penghasilan nol menghasilkan semua pos nol.
Istilah isian budget
Kolom gaji bersih adalah uang yang masuk bulan itu. Cicilan dan zakat diisi dalam rupiah. Tiga persen mengatur kebutuhan, keinginan, dan tabungan dari sisa setelah potongan. Jumlah di luar seratus ditandai, dan selisihnya tampil sebagai bagian yang belum dialokasikan. Setoran dana darurat juga dalam rupiah dan selalu diambil dari pos tabungan.
Turunkan keinginan dari 30 menjadi 20 bila cicilan membuat kebutuhan terasa sempit. Jangan memasukkan THR ke penghasilan rutin. Halaman tidak menyarankan rekening atau produk simpanan tertentu.
Pertanyaan yang sering muncul
Apa arti budget 50/30/20?
Dari penghasilan, 50% kebutuhan, 30% keinginan, dan 20% tabungan. Pada Rp6.000.000 tanpa cicilan itu menjadi Rp3.000.000, Rp1.800.000, dan Rp1.200.000. Persennya bisa diganti.
Dari mana metode 50/30/20?
Elizabeth Warren dan Amelia Warren Tyagi menulisnya di All Your Worth (2005). Ini cara membagi, bukan batas hukum atau saran produk.
Cicilan dan zakat masuk pos mana?
Keduanya dipotong lebih dulu dari penghasilan karena wajib dibayar. Sisanya baru dibagi 50/30/20. Gaji Rp6.000.000 dengan cicilan Rp1.000.000 dan zakat Rp150.000 menyisakan Rp4.850.000 untuk dibagi.
Setoran dana darurat diambil dari mana?
Dari pos tabungan. Bila setoran lebih besar daripada pos tabungan, kalkulator memberi tanda supaya persen tabungan dinaikkan atau setoran dikurangi.